Bahagia Itu Sederhana


CAMPURANSAINS.COM-Bahagia, Bahagia Itu Sederhana.Kadang kala, banyak para insan yang merasakan sakitnya hidup ini. Ada kala ada yang merasakan sulitnya hidup ini, ada pula yang  sangat merasak sakitnya. Kenapa demikian, kira kira mereka (begitu pula dengan saya) kita masih belum bisa memaknai maknanya kehidupan ini.


Mari kita renungkan bersama sama. Banyak mereka yang ada di luar sana masih kurang dalam aspek apapun. Trutama dalam aspek SDM. Namun kita tidak penah merenungkan hal tersebut. Banyak kita yang sering mengurusi kehidupan orang lain, sehingga hidup kita tidak dalam keaddan yang sesungguhnya hidup. Karena kita kebanyakan mengurusi kehidupan orang lain.


Memang kita harus barbaur kepada masyarat, Toh ketika kita ada di banggku berkuliahan, di sana kita masih merenggut yang namanya proses untuk menuju makhluk sosial tersebut. Tapi yang lebih jelasnya, penjelasan tentang Bahagia itu sederhana  bukan mengarah ke ranah itu.


Yang saya maksud di sini ialah: jangan terlalu mengurus-ngurusi kehidupan orang lain. terkadang kita merasa apatis  terhadap perilaku orang lain atau masalah yang di hadapi oleh orang lain, karena itu masalah orang lain, bukan masalah diri kita sendiri.


Dalam penjelelasan sebuah buku yang sangat amat tenar bagi kalangan mahasiswa atau para pelajar yang amaat senang terhadap literasi membaca. "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat". dalam Penjelasan buku di atas menjelaskan bahwasanya.
  • Kita Harus Menyelesaikan Masalah Kita Sendiri  

dalam Artian ini, saya mengajak teman-teman yang sering berkunjung ke Campuransains.com saya, untuk menamkan sikap apatis terhadap permasalahan orang lain. karena jika dan hanya jika kita menyelesaikan seuatu permasalahan dan itu milik kita sendiri, kemudian permasalahan tersebut kita selesaikan dengan cara kita sendiri tanpa menerima konsep dari orang lain yang tidak kita kenal sama seklai. maka anda sudah bahagia. Bahagia dalam kategori sudah menyelesaikan masalah anda sendiri


Hidup ini sebenarnya sederhana, Namun kebanyakan orang menilai kehidupan ini adalah kehidupan yang paling pana dalam sekidupan mereka. Toh mereka tidak pernah memikirkan kehidupan mereka yang kurang mampu atas segala aspek yang mereka lakukan.


Nah disini, marilah kita hidup dengan Kehidupan yang selayaknya kehidupan itu sendiri. Toh kita hidup di Sukma Ini hanya sekali, dan tidak ada kata kata yang bisa saya lontarkan kepada pembaca. Yang sangat saya harapkan ialah Kritik dan Saran dari Pembaca.


Wallahu 'Alam

Comments